Welcome to Amoeba's Blog

Welcome to Amoeba's Blog
Please enjoy with us ..
Thank you .

Selasa, 31 Januari 2012

Bab 3




 SEL
Kata “sel” itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti “kotak-kotak kosong”, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.
Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma
Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
Struktur sel
Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma dan daerah di dalam sel disebut sitoplasma. Setiap sel, pada tahap tertentu dalam hidupnya, mengandung DNA sebagai materi yang dapat diwariskan dan mengarahkan aktivitas sel tersebut. Selain itu, semua sel memiliki struktur disebutribosom yang berfungsi dalam pembuatan protein yang akan digunakan sebagai katalis banyak reaksi kimia dalam sel tersebut.
Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktur berbeda: sel prokariotik atau sel eukariotik. Kedua jenis sel ini dibedakan berdasarkan posisi DNA di dalam sel; sebagian besar DNA pada eukariota terselubung membran organel yang disebut nukleus atau inti sel, sedangkan prokariota tidak memiliki nukleus. Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel prokariotik, sementara protistatumbuhanjamur, dan hewan memiliki sel eukariotik.
[sunting]Sel prokariota
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/59/Average_prokaryote_cell-_id.svg/350px-Average_prokaryote_cell-_id.svg.png
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Gambaran umum sel prokariota.
Pada sel prokariota (dari bahasa Yunanipro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebutnukleoid. Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniselular dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm3) serta umumnya terdiri dari selubung sel, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.
Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein,peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel. Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein. Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmosis pada lingkungan yang berkonsentrasi lebih rendah daripada isi sel.
Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. Banyak jenis bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindari jenis tertentu sel kekebalan tubuh manusia. Selain itu, sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak: fimbriae). Banyak jenis bakteri bergerak menggunakan flagelum(jamak: flagela) yang melekat pada dinding selnya dan berputar seperti motor.
Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang terkonsentrasi pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Pada umumnya, plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap antibiotik.
Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton, yang pada mulanya dianggap hanya ada pada eukariota. Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan berperan menentukan bentuk sel.
[sunting]Sel eukariota
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Plant_cell_structure_svg-id.svg/450px-Plant_cell_structure_svg-id.svg.png
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Gambaran umum sel tumbuhan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/63/Animal_cell_structure_id.svg/380px-Animal_cell_structure_id.svg.png
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Gambaran umum sel hewan.
Tidak seperti prokariota, seleukariota (bahasa Yunanieu, 'sebenarnya' dan karyon) memiliki nukleus. Diameter sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar daripada bakteri.Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus danmembran sel. Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki prokariota. Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua membran, misalnya nukleus.
Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota, yaitu mitokondria, tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi; retikulum endoplasma, suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipidbadan Golgi, yang mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; danperoksisom, tempat perombakan asam lemak dan asam amino. Sel hewan, tetapi tidak sel tumbuhan, memiliki lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan oleh sel. Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlahorganisme uniselular. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniselular memiliki satu atau lebih vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian.
Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel eukariota. Sentriol, yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.
Dinding sel yang kaku, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya kuat dan tegar. Fungi juga memiliki dinding sel, namun komposisinya berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan. Di antara dinding sel tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.

ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
1. Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer
Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan di lewati molekul tertentu saja.
Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain. Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel Sel tersebut antara lain :
a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :• RE. Granuler (Rough E.R)• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
b. Ribosom (Ergastoplasma)
 Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
c. Mitokondria (The Power House)
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ed/Animal_mitochondrion_diagram_id.svg/350px-Animal_mitochondrion_diagram_id.svg.png
 Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan KristaFungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.
d. Lisosom
 Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
 Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
f. Sentrosom (Sentriol)
 Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida 
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.
Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),terdiri dari:• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).• Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :• Karotin (kuning)• Fikodanin (biru)• Fikosantin (kuning)• Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola 
 (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut TonoplasVakuola berisi :• garam-garam organik• glikosida• tanin (zat penyamak)• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)• enzim• butir-butir patiPada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
i. Mikrotubulus
 Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. Mikrofilamen
  Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ae/Diagram_human_cell_nucleus_id.svg/250px-Diagram_human_cell_nucleus_id.svg.png
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :• Selapue Inti (Karioteka)• Nukleoplasma (Kariolimfa)• Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti).Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang biru.• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.
4. Membran Sel
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c4/Cell_membrane_detailed_diagram_id.svg/450px-Cell_membrane_detailed_diagram_id.svg.png
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Membran sel terdiri dari lapisan ganda fosfolipid dan berbagai protein.
Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel.[ Membran sel juga berperan dalam sintesisATPpensinyalan sel, dan adhesi sel.
Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein. Membran sel bersifat dinamik dan kebanyakan molekulnya dapat bergerak di sepanjang bidang membran. Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis dengan tebal sekitar 5nm yang menjadi penghalang bagi kebanyakan molekul hidrofilik. Molekul-molekul protein yang menembus lapisan ganda lipid tersebut berperan dalam hampir semua fungsi lain membran, misalnya mengangkut molekul tertentu melewati membran. Ada pula protein yang menjadi pengait struktural ke sel lain, atau menjadi reseptor yang mendeteksi dan menyalurkan sinyal kimiawi dalam lingkungan sel. Diperkirakan bahwa sekitar 30% protein yang dapat disintesis sel hewan merupakan protein membran.

Bab 2



Asal Usul Kehidupan
Pada dasarnya asal usul kehidupan dari mana serta kapan asal usul kehidupan di bumu ini mulai ada belum terjawab secara tuntas sampai sekarang. Namun beberapa teori asal usul kehidupan berikut ini bisa sedikit menjelaskan tentang asal usul kehidupan di muka bumi ini:


# TEORI ABIOGENESIS / GENERATIO SPONTANEA (Aristoteles)


Teori ini mengandung 2 pengertian, yaitu: bahwa mahluk hidup berasal dari benda yang tidak hidup dan mahluk hidup terjadi dengan sendirinya (secara begitu saja) dari mahluk tak hidup




# TEORI BIOGENESIS (F. Redi, Spalanzani, L Pasteur)


Teori ini menyatakan bahwa semua kehidupan berasal dari telur dan semua telur berasal dari sesuatu yang hidup (omne vivum ex vivo, omne ovum ex vivo) teori ini merupakan kesimpulan dari beberapa percobaan dibawah ini:
Francesco Redi : menempatkan dagi pada toples terbuka dan toples tertutup. Setelah beberapa hari, muncul belatung pada toples yang terbuka sedangkan pada toples yang tertutup tidak muncul apa-apa
Lazaro Spallazani: mendidihkan kaldu dalam labu kemudian ditutup rapat-rapat. Setelah beebrapa hari, kaldu tetap bening dan tidak terdapat apa-apa.
Louis Pasteur: mendidihkan kaldu pada labu kemudian labu ditutup dan diberi pipa seperti huruf S sehingga mulut labu tetap terbuka. Setelah beberapa hari ternyata kaldu tetap bening dan tidak terdapat apa-apa




# TEORI PENCIPTAAN (Special Creation Theory)
Teori ini menyatakan bahwa segala sesuatu itu diciptakan oleh Tuhan. Segala species mahluk hidup yang sekarang ini sudah ada sejak dahulu dan diciptakan sendiri-sendiri sebagaimana adanya saat ini.




# TEORI KOSMOZOA (Cosmozoic Theory)


Teori ini menyatakan bahwa kehidupan di dunia berasal dari angkasa atau datang dari meteor yang jatuh dari angkasa luar (kosmos) ke bumi. Hal itu diperkuat dengan hasil analisis peninggalan peradapan Inca




# TEORI UREY (Evolusi Kimia)


Teori ini dikemukakan oleh Harold Urey. Teori ini menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana (CH4), Hidrogen(H2), Uap air (H2O), dan amonia (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.


Pencarian Terbaru (100)
Asal usul kehidupan. Teori asal usul kehidupan. Makalah asal usul kehidupan. Asal mula kehidupan. Kehidupan. Teori kosmozoa. Teori asal usul makhluk hidup.
Artikel asal usul kehidupan. Asal usul kehidupan di bumi. Asal usul makhluk hidup. Teori abiogenesis aristoteles. Teori cosmozoic. Pengertian asal usul kehidupan. Teori urey.
Konsep kehidupan. Teori evolusi aristoteles. Asal usul kehidupan menurut para ahli. Asal usul kehidupan biogenesis dan abiogenesis. Asal usul dan sejarah kehidupan di bumi. Makalah teori asal usul kehidupan. Teori abiogenesis.
Teori harold urey. Teori asal usul kehidupan menurut para ahli. Teori teori asal usul kehidupan. Asal mula kehidupan di bumi. Asal usul kehidupan menurut teori evolusi. Gambar asal usul kehidupan. Definisi asal usul kehidupan.
Ilmu pengetahuan dan kehidupan. Omne vivum ex ovo omne ovum ex vivo. Asal usul kehidupan di muka bumi. Asal kehidupan. Makalah asal mula kehidupan. Makalah teori evolusi. Gambaran asal usul makhluk hidup.
Contoh biogenesis. Asal usul kehidupan menurut teori omne vivum ex ovo. Teori asal usul kehidupan di bumi. Teori biogenesis. Sejarah asal usul kehidupan. Teori fransisco redi. Teori asal mula kehidupan.
Asal usul kehidupan menurut aristoteles. Teori omne vivum ex ovo. Teori asal mula kehidupan di bumi. Pengertian teori biogenesis. Asal usul kehidupan menurut fransisco redi. Teori evolusi menurut aristoteles. Materi asal usul kehidupan.
Teori tentang asal usul kehidupan. Konsep asal usul kehidupan. Konsep biogenesis. Pengertian teori asal usul kehidupan. Teori penciptaan (special creation). Asal usul kehidupan makhluk hidup. Pengertian abiogenesis.
Dasar teori asal usul kehidupan. Asal mula makhluk hidup. Asal usul kehidupan menurut teori urey. Makalah tentang asal mula kehidupan di bumi. Artikel asal mula kehidupan. Video asal usul kehidupan. Pengertian asal mula kehidupan.
Asal usul singa. Pendapat aristoteles tentang asal usul hidup. Laporan praktikum biogenesis. Contoh asal usul pengetahuan. Gambar kehidupan. Asal usul hidup. Teori special creation.
Makalah tentang asal usul kehidupan. Abiogenesis aristoteles. Asal usul kehidupan menurut omne vivum ex ovo. Makalah asal usul kehidupan di bumi. Asal mula kehidupan dan konsep dasar kehidupan. Teori mengenai asal usul kehidupan. Konsep omne vivum ex ovo.
Teori asal mula terbentuknya kehidupan di bumi. Makalah bumi dan asal mula kehidupan. Laporan biogenesis. Asal usul makhluk hidup di bumi. Asal usul kehidupan teori penciptaan. Teori biogenesis louis pasteur. Generatio spontanea.
Artikel teori asal usul kehidupan. Keterangan dan gambar asal usul makhluk hidup. Sejarah asal mula kehidupan. Contoh makalah asal usul kehidupan. Asal usul kehidupan evolusi. Asal mula kehidupan dan konsep hidup. Asal mula singa.
Teori biogenesis menurut para ahli. Asal usul kehidupan dan evolusi. Contoh abiogenesis. Asal usul kehidupan menurut teori omne vivum ex vivo. Laporan praktikum asal usul kehidupan. Menganalisis teori teori asal usul kehidupan. Materi asal mula kehidupan.
Laporan praktikum fransisco redi. Konsep hidup dan asal usul kehidupan.





Bab 1






RUANG LINGKUP BIOLOGI


Karakteristik Biologi Sebagai Ilmu
BIOS = HIDUP
LOGOS = PENGETAHUAN
Biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari tentang mahluk hidup
Jadi Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling dekat dengan kehidupan.
Biologi merupakan bidang ilmu yang luas, bagian dari IPA serta berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain contohnya fisika, kimia. Geografi .
Sains
Biologi termasuk dalam ilmu Sains Sains adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena-fenomena /kejadian-kejadian di alam untuk mempempelajari alam apa adanya
Ciri-ciri ilmu pengetahuan alam (SAINS) termasuk biologi yaitu:
1.  Objek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera
2.  Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata)
3.  Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku
4.  Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat induktif berarti berpikir dengan menarik dari hal-hal umum menjadi khusus
5.  Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif)
6.  Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan.
Ruang lingkup Biologi
Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa:
1.  Kingdom animalia
2.  Kingdom plantae
3.  Kingdom fungi
4.  Kingdom protista
5.  Kingdom eubacteria
6.  Kingdom archaebacteria
Pembahasan permasalahan biologi meliputi 9 tema dasar yaitu:
  1. Biologi (sains) sebagai proses inkuiri
  2. Sejarah konsep biologi
  3. Evolusi
  4. Keanekaragaman dan keseragaman
  5. Genetika dan kelangsungan hidup
  6. Organisme dan lingkungan
  7. Perilaku
  8. Struktur dan fungsi
  9. Regulasi
Ditinjau tingkat organisasi kehidupan, pembahasan biologi dimulai dari:
1.  Molekul (virus)
2.  Sel (protozoa, bakteri dan tumbuhan uniseluler)
3.  Jaringan (porifera & coelenterata)
4.  Organ (hati, ginjal, dll)
5.  Sistem organ (sistem sirkulasi, sistem transportasi, dll)
6.  Individu (manusia)
7.  Populasi (kumpulan individu yang sama di daerah yang sama)
8.  Komunitas (kumpulan beberapa populasi)
9.  Ekosistem (kumpulan beberapa komunitas dengan lingkungan abiotiknya)
10. Bioma (ekosistem dalam skala yang luas)
11. Biosfer (kumpulan seluruh bioma dipermukaan bumi).
Manfaat Biologi
Ilmu biologi memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Bidang Pertanian
1.  Penemuan bibit unggul dan pola pemupukkan yang sesuai dapat meningkatkan produksi pertanian
2.  Melalui rekayasa genetika dapat diciptakan jenis tanaman budidaya yang mampu menghasilkan insektisida sendiri (apel, pir, kol,brokoli, kentang), buah-buahan tanpa biji (semangka, pepaya, jeruk, anggur)
3.  Melalui teknik kultur jaringan tanaman unggul dapat dibudidayakan/diperbanyak dalam waktu yang singkat.(kelapa sawit, anggrek, pisang, wortel).  
Bidang Industri Makanan
1.  Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri makanan, sehingga makanan yang dihasilkan bersifat tahan lama, memiliki rasa yang disukai, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contoh: nata de coco, roti, keju, tempe, tape, kecap, anggur.    
Bidang Kedokteran
1.  Ditemukan metode transplantasi (pencangkokan) organ bagi seseorang yang mengalami kerusakan atau disfungsi organ tubuhnya.
2.  Dengan dipelajarinya berbagai macam virus (virologi) membantu manusia untuk menciptakan berbagai macam vaksin dari virus itu sendiri
3.  Penemuan teknik bayi tabung membantu masalah pasutri yang tidak memiliki keturunan
4.  Mikrobiologi kedokteran telah berhasil menemukan berbagai macam antibiotik untuk berbagai macam bakteri penyebab penyakit.
Bidang Peternakan
1.  Dengan adanya ilmu anatomi dan fisiologi hewan ditemukan teknik inseminasi (kawin suntik) yang bertujuan untuk mendapatkan hewan ternak dengan kualitas yang baik serta produksi yang meningkat
2. Teknik vertilisasi in vitro . Embrio ternak yang unggul dihasilkan di luar uterus dalam jumlah tertentu, dan disimpan dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair dengan suhu 196oC, kemudian dapat diimplantasikan ke induk betina tidak unggul dari spesies yang sama dengan demikian akan cepat diperoleh banyak ternak unggul.      
Cabang Biologi
Karena ruang lingkup yang luas maka ilmu biologi berkembang membentuk cabang-cabang ilmu biologi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yaitu: tingkat organisasi kehidupan, kelompok organisme, aspek kehidupan atau kaitannya dengan ilmu lain (sebagai ilmu campuran, terapan).
Contoh cabang biologi antara lain:
Taksonomi (mempelajari pengelompokan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan)
Virologi (mempelajari virus)
Mikrobiologi (mempelajari mikroorganisme)
Mikologi (mempelajari jamur, ragi dan kapang)
Botani (mempelajari  tumbuhan):
pteridologi (paku),
bryologi (lumut).
Zoologi (hewan):
entomologi (serangga),
iktiologi (ikan),
herpetologi (reptil dan amfibi),
ornitologi (unggas/burung), mamologi (mamalia)
Contoh cabang biologi yang lain :
  1. Sitologi
  2. Histologi
  3. Morfologi
  4. Anatomi
  5. Genetika
  6. Fisiologi
  7. Taksonomi
  8. Ekologi
  9. Evolusi
Untuk lebih lengkapnya bisa KLIK DISINI 

Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah langkah-langkah yang dilakukan secara berurutan dan sistematis untuk mendapatkan pengetahuan.
Langkah-Langkah dalam metode ilmiah yaitu:
1.  Observasi/Pengamatan (untuk Menemukan Masalah)
2.  Merumuskan Masalah
3.  Kajian Pustaka
4.  Mengajukan Hipotesis
5.  Melakukan Percobaan/Eksperimen
6.  Menarik Kesimpulan